Minggu, 19 Desember 2010

apa Sich Bios???


A. Pengertian BIOS


Pengertian Bios
Dalam dunia komputer, BIOS atau Basic Input-Output System, adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware, seperti untuk meload sistem operasi dari storage ke RAM.

BIOS dapat disebut sebagai miniatur dan suatu sistem operasi yang dikhususkan untuk komunikasi low-level pada hardware. BIOS biasanya ditulis dalam bahasa assembly atau mesin yang mana bahasa ini biasanya spesifik kepada suatu prosesor tertentu.
Istilah BIOS ini pertama kali muncul pada sistem operasi CP/M, sebagian dari dari CP/M diload ketika saat booting dan berhubungan dengan hardware. (Mesin CP/M biasanya memiliki boot loader sederhana di dalam ROM). Sebagian besar dari versi DOS memiliki suatu file yang bernama IBMBIO.COm(IBM PC-DOS)  atau IO.SYS(IBM PC-DOS)  . yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Setiap Motherboard memiliki yang namanya Bios, dan bila bios ini rusak maka kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan kembali ( kecuali bios di install ulang atau di upgrade ). Karena Bios ditanamkan di ROM, maka kemungkinan kita hanya bisa merubah pengaturan yang telah ada, misalkan kita merubah besarnya memory yang digunakan untuk VGA yang berjenis onboard, atau mengubah waktu dan tanggal, serta mengubah settingan dasar lainnya. Namun yang paling sering dirubah dan perlu diketahui yaitu merubah urutan booting, dan mengecek ada tidaknya suatu komponen komputer yang kita pasang. Misalkan kita memasang harddisk di komputer kita, namun setelah kita cek dibios tidak ada harddisk maka kemungkinan harddisk tidak terpasang dengan benar, jadi bios ini sangat penting peranannya bagi jalannya sistem computer
Ada berbagai macam merek Bios, tergantung motherboard yang kita pakai . Yang terkenal yaitu, AMI BIOS, Phoenix BIOS, dll.
Jika anda akan merubah settingan bios, anda dapat melakukannya pada saat proses booting (menyalakan komputer), setiap Bios memiliki cara masing masing untuk masuk ke dalam Menu biosnya, yang paling umum adalah menekan tombol del atau alt+f4. Lihat saja petunjuk yang keluar dilayar monitor pertama kali komputer dinyalakan.
Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang digunakan. Untuk Award dan AMI umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali computer dinyalakan.
 
B.  AWARD BIOS SETUP PROGRAM
Award BIOS ROM memiliki built-in program setup yang memungkinkan
pengguna untuk memodifikasi dasar sistem konfigurasi. Informasi ini disimpan dalam CMOS RAM sehingga dapat menyimpan informasi setup, bahkan ketika power dimatikan. Ketika Anda menghidupkan atau reboot sistem, tekan tombol Delete untuk masuk ke dalam Award Program setup BIOS. Layar utama seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3-1 adalah daftar menu dan fungsi yang tersedia dalam program setup.Pilih item yang diinginkan dan tekan enter untuk membuat perubahan. perintah operasi terletak di bagian bawah dan semua tampilan lainnya pada layar BIOS. Pada wilayah yang disorot, informasi Help akan tampil secara on-line ditampilkan di tepi kiri bawah layar.


C. STANDARD CMOS SETUP SCREEN
Standar CMOS Setup memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi komponen sistem seperti : hard disk drive, floppy disk drive dan menampilkan video serta tanggal, waktu dan bootup kesalahan sinyal. Menu konfigurasi ini harus diubah bila memasang mainboard untuk pertama kalinya, perubahan hardware di sistem anda seperti HDD, FDD, menampilkan video, atau ketika CMOS data telah hilang atau terkontaminasi. Pilih Standar CMOS Setup pilihan dari menu CMOS Setup Utility (Gambar 3 -1) untuk menampilkan layar berikut. Pada wilayah yang disorot, informasi help on-line akan ditampilkan di tepi kiri bawah layar. Item dalam Standar CMOS Setup Menu dibagi menjadi 10 kategori. Setiap kategori mencakup tidak, satu atau lebih dari satu item konfigurasi. Gunakan tombol panah untuk menyorot item dan kemudian gunakan <PgUp> atau tombol <PgDn> untuk memilih nilai yang Anda inginkan dalam setiap item.

Standard CMOS setup screen termasuk parameter operasi dasar yang perlu untuk di set agar bekerja dengan baik.
a. Date
Disini anda dapat mengatur tanggal yang sesuai untuk real time clock (mm;dd;yy) atau (bulan;tanggal;tahun). Pengubahan tanggal juga terkadang dapat dilakukan untuk menghindari aktifnya suatu virus pada tanggal tertentu.
b. Time
Digunakan untuk pengisian waktu yang tepat (real time clock ). Sebuah real time clock yang salah penyetingannya dapat juga menimbulkan masalah,misalnya jika real time clock itu diminta oleh sebuah online-banking-software sebagai criteria plausibilitas (kewajaran). Rumus untuk memasukkan tanggal (hh:mm:ss) atau (jam:menit:detik).
c. Harddisk
Kategori ini mengidentifikasi sampai empat hard disk IDE yang telah diinstal di
komputer. Bagian ini tidak menunjukkan informasi pada perangkat IDE lain seperti CDROM
drive atau tipe harddrive lain seperti drive SCSI.
- Type (Auto/User/None): Gunakan bidang di bawah kolom Type untuk menentukan
metode yang akan Anda pergunakan untuk mengkonfigurasi perangkat IDE. Jika
Anda memilih Otomatis, BIOS akan secara otomatis mendeteksi dan melakukan setting optimal untuk IDE hard drive. Para produsen mainboard menyarankan agar Anda memilih Auto untuk semua drive. jika pengguna memilih untuk menentukan tipe drive milik Anda secara manual. Anda harus memasukkan nilai-nilai yang ditunjukkan dalam tabel di bawah ini ke bidang masing-masing parameter drive. Informasi ini harus dimasukkan dalam dokumentasi dari vendor hard disk atau sistem produsen:

Cyls/Head/Sector : Jumlah Cylinders, Heads, dan Sectors biasanya dapat ditemukan tertulis di atas hard disk. Jika Anda memiliki hard drive yang relative baru, masuk ke informasi ini saja, biasanya cukup untuk operasi normal hard disk. Hard disk tidak akan bekerja dengan baik jika Anda memasukkan informasi yang tidak benar untuk kategori ini.
Precomp : hard drive yang lebih tua (yaitu, MFM atau RLL drive) memiliki jumlah
yang sama pada sector per track pada trek terluar. Dengan demikian, kepadatan
data di trek terdalam lebih tinggi dan bit berbaring berdekatan. Bahkan meskipun
ukuran fisik sektor semakin kecil karena diameter lagu berkurang, masing-masing sektor masih harus tetap berada pada 512 byte.
Landz: Ini mendefinisikan alamat dari zona pendaratan dan hanya digunakan untuk hard drive yang lebih tua yang tidak memiliki fitur auto-parking.
Mode: Jika nilai Tipe tidak ada untuk perangkat apapun, Anda harus mengatur nilai Mode untuk perangkat tersebut. Ada empat nilai yang berbeda Mode: Auto, Normal, Large, dan LBA.
! Auto : BIOS mendeteksi dan memasuki tipe drive IDE saat bootup.
! Normal : untuk drive IDE yang memenuhi spesifikasi IDE lama yang mendukung kapasitas maksimum 528MB (1024 cylinders, 16 heads, and 63 sectors).
! Large : untuk drive IDE yang tidak mendukung LBA dan memiliki lebih dari 1024 silinder. Coba pengaturan ini jika hard disk anda tidak bekerja dengan benar dengan LBA pengaturan. Modus besar tidak didukung oleh semua system operasi, yaitu, hanya versi tertentu dari DOS mendukung mode besar.
! LBA : Dengan LBA, pengendali IDE mengubah alamat data yang digambarkan oleh sektor, head, dan nomor silinder ke alamat blok fisik, secara signifikan meningkatkan kecepatan transfer data. Ini Modus adalah untuk drive dengan lebih dari 1024 silinder dan antara 528MB dan 8.4GB ukurannya. Protokol ini merupakan standar umum saat ini.
Pilih None untuk Type jika tidak ada IDE HDD perangkat dalam sistem anda. Anda dapat menggunakan IDE HDD Auto Detection yang berfungsi otomatis untuk mendeteksi hard drive parameter. Penggunakan fungsi ini secara otomatis akan memasukkan parameter yang dibahas dalam Setup Hard Disk dan akan menunjukkan Pengguna untuk nilai field.
d. Drive A. Drive B
Bagian ini dapat digunakan untuk mengkonfigurasikan floopy disk yang anda gunakan. Pilihan yang ada akan menetukan ukuran dan kapasitas yang digunakan. Ukuran yang tersedia adalah 3,5” dan 5,25” sedangkan kapasitasnya bervariasi mulai dari 360K, 720K, 1,2M sampai 2,88M. Pillihan “none” jika tidak ada drive yang terpasang.
e. Video                                                                              
Setting ini berhubungan dengan jenis kartu grafik, untuk kartu dengan resulusi tinggi pilih “EGA/VGA”.Pilihan lain yang ada adalah CGA40,CGA80 atau MONO.
f. Halt
Menentukan apa yang menyebalkan PC anda akan berhenti bekerja (halt). Pilihan “all errors” merupakan pilihan yang biasa digunakan dan akan menyebabkan PC anda berhenti jika terjadi kesalahan disegala komponen. Pilihan “All, but keyboard” akan mengabaikan kesalahan akibat keyboard. Pilihan yang lain adalah “No Errors”,”All,But Disk”,”All,ButDisk/Key”.
g. Memory
Ini adalah bagian informasi memory yang terpasang pada PC anda. Base memory umumnya berukuran 640KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jika ditambahkan dengan Other Memory akan menghasilkan total memory yang terpasang dan ditampilkan pada bagian “Total Memory”.

D. Bios Feature Setup
Dengan memilih opsi BIOS Features Setup dari menu CMOS Setup Utility (Gambar 3-1), layar di bawah ini ditampilkan. Layar ini sampel berisi manufacturer's default values untuk mainboard.

*      Anti-virus Protection : Memungkinkan Anda untuk memilih fitur Peringatan VIRUS untuk IDE Hard Disk boot sektor perlindungan. Jika fungsi ini diaktifkan dan upaya seseorang untuk menulis data ke daerah ini, BIOS akan menampilkan pesan peringatan pada layar dan alarm bip.Digunakan untuk mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk, hal ini biasa dilakukan oleh virus untuk memperbanyak dirinya. Pilihan “Disabled” digunakan untuk mencegah terjadinya virus pada saat melakukan instalasi. Pada keadaan “Enabled” ketika akan ada penulisan ke tabel partisi maka akan ditampilkan pesan dalam bentuk mode teks.
*      CPU Internal Cache
Digunakan untuk meng-enable/disable CPU Internal Cache.
*      External Cache
Digunakan untuk mengenable-disable CPU External Cache
*      CPU L2 Cache ECC Checking : Item ini memungkinkan Anda untuk mengaktifkan / menonaktifkan CPU L2 Cache ECC Cheking
*      BOOT UP FEATURES : Setelah menyalakan sistem, BIOS akan melakukan serangkaian inisialisasi perangkat dan tes diagnostik dibahas di bawah ini.
·         Quick Power On Self Test
`     Proses Power On Self Test (POST) adalah proses pemeriksaan komponen-komponen PC pada saat computer cold boot.
·         Boot
Digunakan untuk menentukan urutan proses booting yang akan dilakukan. Jika Anda hanya akan booting dari harddisk pilihlah “C,A,SCI” atau “C Only”.
·         Swap Floopy Device
Dapat digunakan untuk menukar posisi drive A dan Drive B. Jika anda buat menjadi “enabled” maka drive A akan menjadi Drive B dan sebaliknya.
·         Boot Up Floopy Seek
Apabila pilihan ini berada diposisi “enabled” maka pada saat booting BIOS akan mencari tahu apakah yang dipergunakan adalah floopy drive 40 track yang lama atau 80 track yang baru dengan cara menggeraknya head-nya ke suatu track 40. Buatlah menjadi “Disabled” untuk mempercepat booting.
·         Floopy Disk Acces Control
Pilihan ini digunakan untuk menentukan hak akses yang diberikan kef loopy disk. Pilhan “Read Only” akan menyebabkan floopy anda hanya dapat dibaca tanpa bias ditulis. Dan Pilihan “R/W” normal dapat dibaca dan ditulis
·         Boot Up Numlock Status
Apabila dibuat “Enabled” maka bios akan mengaktifkan fungsi numlock pada extended At-keyboard pada saat booting. Dengan demikian maka blok  tombol yang ada disebelah kanan akan bekerja sebagai tombol angka dan bukan tombol kursor.
·         Boot Up System Speed
Menentukan keadaan PC ketika boot up jika pilihan ini tidak ada maka keadaannya adalah “high”. Kondisi “low” digunakan untuk memperlambat PC.
*      Gate A20 Option
Menentukan keadaan dari jalur A20 (address bus, jalur no 20), “Normal” merupakan metode yang telah lama digunakan dengan menggunakan keyboard controller sedangkan “fast” adalah metode yang berlaku sekarang ini dan lebih cepat dengan menggunakan chipset.
*      Typematic
Apabila dibuat “Enabled” maka pilihan-pilihannya yaitu “Typematic Rate (Char/Sec)” dan Typematic Delay(msec)
*      Security
Digunakan untuk menggunakan kapan password akan ditanyakan. Pilihan setup akan menyebabkan password akan ditanyakan ketika BIOS Setup dijalankan. Sedangkan pilihan sistem akan menyebabkan password akan ditnyakan setiap kali PC melakukan Booting.
*      PS/2 Mouse Function Control
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 Mouse. Apabila PS/2 Mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan. Dengan “ Disabled “ maka tidak akan dilakukan pengecekan.
*      PCI/VGA Palette Snoop
Pilihan standart adalah “Disabled”, Tapi jika anda menggunakan MPEG Card pada slot ISA dan mengalami kesalahan pada palet warna maka ubahlah menjadi “Enabled”.
*      OS Selector For DRAM >64MB
Jika anda menggunakan OS/2 Warp dan memiliki memory lebih dari 64 MB maka ubahlah menjadi “Enabled”. Dan sebaliknya ubah menjadi “Disabled”.
*      System/Video BIOS Shadow
Pada keadaan “Enabled” maka isi ROM BIOS system dan video yang lambat akan dishadow dan disalin ke RAM yang lebih cepat sehingga akses ke BIOS menjadi lebih cepat
*      HDD S.M.A.R.T Capability
Digunakan untuk mengaktifkan fasilitas SMART pada harddisk anda. SMART adalah singkatan dari Self Monitoring Anaysis and Reforting Technology.



E. CHIPSET  FEATURE  SETUP berisi :

Ø  Auto Configuration
Ø  DRAM Speed Selection
Di sini akan ditentukan kecepatan dari memory yang dipergunakan untuk FPM (Fast Page Mode) dan EDO DRAM (Extended Data-Out). Waktu yang biasa digunakan adalah “60ns” dan “70ns”.
Ø  System/Video BIOS Cacheable
Jika dibuat “Enabled” maka BIOS yang telah dishadow ke RAM dapat di chace-memory. Pilihan “Enabled” akan meningkatkan kecepatan system.
Ø  8/16bit I/O Recovery Time
Disini anda dapat mengatur beberpa banyak siklus yang digunakan untuk menunggu antara akses-akses yang akan dilakukan melalui Bus ISA.
F.   POWER MANAGEMENT
Disini Anda dapat memastikan (“ Disabled”) atau menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika anda aktifkan anda dapat menggunakan dua konfigurasi yang sudah diberikan, yaitu :”Max Saving” dan “Min Saving” sedangkan pilihan “User Define” digunakan untuk melakukan konfigurasi Power Management secara manual dengan mengubah beberapa pilihan lain. Dengan memilih opsi Power Management Setup dari menu CMOS Setup Utility (Gambar 3-1), layar di bawah akan ditampilkan :

PMI Control by APM                                                     
Apabila anda menggunakan sebuah system operasi yang disertai dengan Advanced Power Management seperti windows 95.
Video off Method
Disini tersedia bermacam-macam setting bagaimana monitor harus dimatikan. Pada pilihan “Blank Screen” hanya akan dikirim tampilan kosong ke monitor. Pilihan “VH-Sync+Blank” akan turut mematikan signal-signal sinkronisasi. Pilihan “DPMS Support” menentukan bahwa display adapter dam monitor diarahkan pada VESA Display Power Management Signaling.
Modem use IRQ
Disini dapat ditentukan IRQ yang digunakan oleh modem yang ada. Jika IRQ ini aktif akan “membangunkan” PC untuk menerima faksimili atau kiriman data.
Doze/Stand By/Suspend Mode
Setting ini digunakan untuk mengatur lamanya waktu yang diberikan bagi PC dalam keadaan aktif sebelum memasuki mode-mode yang ada. Pada mode Doze hanya processor dan hard disk yang dimatikan, mode stand by mematikan harddisk dan monitor sedangkan mode Suspend akan mematikan semua komponen.
HDD Power Down
Menentukan berapa lama yang diberikan bagi harddisk untuk tidak bekerja sebelum dimatikan oleh BIOS secara software. Beberapa harddisk lama mengalami masalah jika bagian ini diaktifkan karena setelah “tidur” harddisk tersebut tidak bias bangun secara software.
Wake Up Event in Doze & Standby
Berisi daftar IRQ yang dapat membangunkan PC mode Doze atau standby. IRQ-IRQ ini biasanya berhubungan dengan hardware tertentu, misalnya IRQ 4 untuk Mouse, 14 dan 15 untuk harddisk. Dalam versi-versi BIOS yang lebih baru dikenal dengan istilah Reload Global Timer Events.
Power Down & Resume Events
Di dalam daftra yang kedua ini semua komponen ditandai dengan”on” yang akan membangunkan computer dari dalam suspend mode.
VGA-Active Monitor
Apabila pilihan ini berada pada “Enabled” maka aktifitas display adapter akan membangunkan system ketika berada dalam mode stand by
CPU Fan off in Suspend
Apabila diposisikan pada “Enabled” maka BIOS akan mematikan kipas prosesor ketika berada pada mode suspend. Tapi kipas processor yang digunakan harus mengambil power dari konektor khusus di motherboard dan tidak langsung dari konektor power supply.
Resume by Ring
Apabila pilihan ini berada pada posisi “Enabled” dan saluran ring-indicator dari interface serial  menunjukan adanya panggilan masuk pada modem, maka PC akan dibangunkan dari dalam mode penghematan energi.
IRQ & Clock event /IRQ 8 Break Suspend
Jika anda memposisikan setting ini pada “Enabled”, maka real time clock dapat membangunkan computer dari dalam mode suspend, karena IRQ 8 adalah interrupt dari real time clock (RTC)
Integrated Peripherals
! Block Mode
Apabila dibuat “enabled” atau “auto” dan “HDD MAX” maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer ke harddisk.
! IDE PIO/UDMA
Digunakan untuk memilih mode PIO atau UDMA yang akan digunakan.
! MODE PIO
Digunakan untuk menentukan seberapa beasr seberapa cepat data ditransfer dari dan ke harddisk
PIO MODE
Cycle Time (ns)
Transfer rate (MB/s)
Spesifikasi
0
600
3,3
ATA
1
383
5,2
ATA
2
240
8,3
ATA
3
180
11,1
ATA-2+IORDY
4
120
16,1
ATA-2+IORDY
5
90
22,2
Belum ada
! MODE DMA
DMA adalah singkatan dari Direct Memory Access berarti data ditransfer langsung antara harddisk dengan memory tanpa menggunakan CPU. Cara ini berlawanan dengan PIO yang menggunakan CPU.
! PCI Slot  IDE Second Chanel
Dengan ini channel kedua dari sebuah card EIDE di slot PCI dapat diaktifkan “Enabled” atau dimatikan “Diisabled”.
! On Chip Primary/ Secondary PCI IDE
On-Chip Primary/ / Secondary PCI IDE digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard-IDE-Controller. Ada dua channel yang biasanya telah ada di motherboard, yaitu primary channel dan secondary channel. Jika Anda buat menjadi “Enabled” maka channel ini akan diaktifkan. Jika Anda ingin mematikannya maka gunakan pilihan “Disabled”. Anda dapat mematikan salah satu channel onboard-IDE. Jika anda ingin memasang harddisk controller card secara manual pada computer anda
! Onboard PCI SCSI Chip
Jika motherboard anda memiliki Onboard SCSI Controller maka pilihan ini akan tampil. Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan SCSI Controler yang ada pada motherboard anda
! USB Controller
Pada motherboard yang menggunakan chipset yang mendukung USB maka BIOS setup akan menampilkan pilihan ini. Pilihan “enabled” akan mengaktifkan USB Controller sedangkan pilihan “Disabled” akan mematikannya.
! Onboard FDC Controller
Pilihan “Enabled” akan mengaktifkan OnBoard-Floopy disk-Controller. Resource yang digunakan oleh controller adalah IRQ 6 dan DMA 2. Jika “Disabled” maka sebaliknya.
! Onboard Serial Port  ½
Onboard Serial Port ½  digunakan untuk konfigurasi Onboard Serial Port. Biasanya ada dua channel serial yang dilmiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkan serial port anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukkan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain “3F8/IRQ4”,”2F8/IRQ3”, dan sebagainya. Ada kalanya Anda harus mengganti konfigurasi serial port ketika Anda memasang modem internal yang menggunakan COM4.
! UART2
UART2 mode digunakan untuk konfigurasi serial port yang digunakan untuk komunikasi dengan komponen inframerah. Pilihan “standard” digunakan untuk komunikasi normal dengan interface RS-233-C. Sedangkan pilihan lainnya, yaitu “IrDA 1.0”,”IrDA 1.1”,”ASK-IR” digunakan untuk menentukan tipe alat komunikasi  inframerah yang terpasang pada serial port PC Anda.
! Duplex Mode
Pilihan “full” akan membuat komunikasi melalui inframerah dapat melakukan pengiriman dan penerimaan secara bersamaan, sedangkan pilihan “Hall” akan menyebabkan proses pengiriman dan penerimaan data akan dilakukan secara bergantian.
! Onboard Parallel Port
Onboard parallel port digunakan untuk mengkonfigurasi Onboard Parallel Port. Biasanya hanya ada satu channel Parallel Port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan menyebabkan parallel port Anda tidak aktif. Sedangkan Pilihan lainnya akan menentukan port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lain-lainnya itu antara lain “378/IRQ7”,”278/IRQ 5.
! Parallel Port Mode
Disini biasanya tercantum “SPP”,”EPP”, dan “ECP” serta bermacam-macam kombinasi dari dalamnya sebagai mode Operasi untuk parallel port. Berbeda dengan sebuah standard Parallel port (SPP), baik enhached  parallel port (EPP) maupun extended Capabilities Port (ECP) bekerja secara 2 arah (bidirectional) dan dengan demikian maka parallel Port yang dikonfigurasikan sebagai EPP dan ECP akan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan SPP. Apabila tidak timbul masalah, maka “ECP/EPP” merupakan setting yang terbaik, terfleksibel, dan tercepat.
! ECP Mode Use DMA
Menentukan channel DMA yang akan digunakan untuk parallel port dalam mode ECP. Pilihlah DMA3 karena pilihan DMA1 biasanya bentrok dengan sound card
! Parallel Port EPP Type
Menentukan tipe EPP yang akan digunakan ketika anda memilih parallel port dalam mode EPP. Pilihan yang ada adalah “EPP1.7” dan “EPP1.9” yang lebih baru.
PNP/PCI Configuration.
! PNP OS Installed
Jika anda memilih “Yes” maka BIOS mengurus pemberian IRQ, DMA, dan I/O hanya pada saat booting.
! Resources Controlled By
Disini dengan option “Auto” dan “Manual” anda dapat memutuskan, apakah pemberian resources harus dilakukan secara otomatis melaui BIOS atau setidaknya sebagian dilakukan secara manual.
! Reset Configuration Data
Digunakan untuk menghapus data PnP yang tersimpan pada block ESCD (Extended System Configuration Data) jika anda pilih “Enabled” maka BIOS akan menghapus data ESCD. Tapi hanya sekali saja, setelah itu pilihan ini akan diubah menjadi “Disabled” secara otomatis.
! PCI IRQ Activated By
PCI IRQ Activated By digunakan untuk menentukan cara mengaktifkan IRQ pada bus PCI. Pilihan yang ada yaitu “Level” dan “Edge”
! Slot X Using INT#
Slot X Using INT# menentukan IRQ yang akan digunakan oleh card yang terpasang pada masing2 SLOT pci. Dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah. Jika ada IRQ yang digunakan oleh Card ISA yang tidak plug n play. Jika tidak ada masalah lebih baik tak ada pilihan “Auto”.
G. Fungsi Bios
BIOS, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
*      Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
*      Memuat dan menjalankan sistem operasi
*      Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
*      Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
*      mengendalikan atau mengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer.
*      . Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya

Komponen BIOS

Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:
  • Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
  • Driver untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
  • Program bootstraper utama yang memungkinkan komputer dapat melakukan proses booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.

ROM dan NVRAM

BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.
Tipe ROM
Cara penulisan
Dapat dihapus
Jenis BIOS
Tidak
ROM BIOS
PROM Writer
Tidak
ROM BIOS
EPROM/PROM Writer
Ya, dengan menggunakan EPROM Rewriter atau menyinarinya dengan sinar ultraviolet tepat pada lubang kuarsa bening.
ROM BIOS
EEPROM/EPROM/PROM Writer
Ya, dengan menggunakan EEPROM Rewriter, atau secara langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer.
ROM BIOS
EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM
Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunak Flash BIOS Programmer.
Flash BIOS

Meskipun BIOS disimpan dalam memori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagai Real-time clock (RTC), yang berupa sebuah Non-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagai Complimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebut non-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuah chip yang volatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuah baterai (mirip baterai kalkulator atau jam) dengan bahan Litium dengan seri CR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporan CMOS Checksum Error atau NVRAM Checksum Error.

Update BIOS

BIOS kadang-kadang juga disebut sebagai firmware karena merupakan sebuah perangkat lunak yang disimpan dalam media penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya). Meskipun demikian, proses update BIOS yang tidak benar (akibat dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat proses upgrade dilaksanakan) dapat mengakibatkan motherboard mati mendadak, sehingga komputer pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukan proses booting (BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapa motherboard memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut sebagai "Boot Block". Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS, bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan menggunakan metode pengecekan kesalahan seperti checksum, CRC, hash dan lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS. Jika boot block mendeteksi bahwa BIOS ternyata rusak, maka boot block akan meminta pengguna untuk melakukan pemrograman BIOS kembali dengan menggunakan floppy disk yang berisi program flash memory programmer dan image BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuat motherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.

Masa depan BIOS

BIOS telah lama digunakan dalam industri PC, yakni semenjak IBM PC dirilis pada tanggal 21 Agustus 1981. Karena BIOS masih berjalan pada modus real (real-mode) yang lambat, maka para desainer PC bersepakat untuk mengganti BIOS dengan yang lebih baik dari BIOS yaitu EFI (Extensible Firmware Interface) yang diturunkan dari arsitektur IA-64 (Itanium).

Bagaimana BIOS booting?
BIOS menjalankan flash memory onboard ketika komputer dinyalakan dan dia akan menginisialisasi chipset dan juga subsistem dari memori. Selanjutnya, dia akan mendekompres dirinya sendiri dari flash memory tadi untuk kemudian menuju ke memori utama dan mulai dieksekusi dari sana. Kode PC BIOS biasanya juga berisi semacam diagnosa untuk memastikan kondisi dari komponen hardware yang sifatnya penting, seperti misalnya keyboard, disk drive, I/O ports dan lain sebagainya. BIOS memastikan apakah alat-alat tersebut bisa berfungsi dengan baik dan diinisialisasi dengan benar. Hampir semua implementasi BIOS dapat mengeksekusi suatu program setup melalui CMOS memory. Memori ini menyimpan konfigurasi yang dapat diatur oleh user (seperti time, date dan juga informasi detail mengenai hardisk dan lain sebagainya) dan bisa diakses oleh BIOS.
Pada implementasi BIOS yang modern, seseorang dapat memilih apa yang dibooting pertama kali, seperti CD, hardisk, floppy disk, flash keydrive dan lain sebagainya. Ini sangat berguna ketika Anda ingin menginstall suatu sistem operasi atau juga melakukan booting dari CD-ROM. Bahkan Anda juga bisa melakukan booting dari media USB.
Beberapa sistem BIOS membolehkan user untuk memilih sistem operasi yang ingin diload (misalnya load OS lain dari hardisk yang berbeda dalam satu PC), meskipun cara ini sekarang lebih sering dihandle oleh fase berikutnya atau yang sering dikenal dengan tool boot loader.
BIOS sebagai suatu firmware
BIOS terkadang disebut sebagai firmware karena merupakan bagian integral dari suatu sistem hardware.Sebelum 1990, BIOS berada dalam chip ROM dan tidak bisa diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sistem dan juga kebutuhan akan “bisa diupgrade” maka sekarang BIOS firmware disimpan di dalam EEPROM atau flash memory device yang dapat dengan mudah diupgrade isinya oleh user. Sementara itu, kesalahan dalam proses upgrade dari BIOS akan menyebabkan sistem komputer tidak akan bisa diakses. Untuk mencegah BIOS corruption, maka beberapa motherboard yang baru memiliki backup BIOS (“Dual BIOS” boards). Meskipun demikian, banyak BIOS yang memiliki “boot block” dimana bagian ini adalah bagian dari ROM yang berjalan pada saat pertama kali dan tetap tidak bisa diupdate. Kode dalam boot block ini akan memastikan sisa BIOS block lainnya melalui prosedur checksum, hash dan lain sebagainya, sebelum loncat ke block tersebut. Jika boot block mendeteksi adanya kerusakan atau corruption, maka dia akan melakukan booting melalui floppy disk sehingga user dapat melakukan flashing lagi dengan image yang lebih bagus. Beberapa pembuat hardware seringkali mengeluarkan update BIOS untuk mengupdate dan upgrade produk mereka dan juga menghilangkan bug yang ada.
Firmware pada card adapter
Suatu sistem komputer dapat berisi beberapa chip BIOS. Sebagai tambahan dari boot BIOS yang fungsi utamanya untuk mengakses komponen fundamental dari komputer, maka plug-in adapter card seperti SCSI atau USB hardisk adapter atau network card dapat memiliki BIOS sendiri dan merupakan komplemen atau pengganti dari kode BIOS untuk komponen tersebut.
Untuk mencari ekspansi ROM memori yang sudah dimapping selama proses booting, implementasi BIOS dari PC menscan memori real dari alamat 0xC8000 sampai 0xF0000 dalam batas 2 kilobyte mencari suatu signature 0×55 0xaa, yang mana diikuti dengan suatu byte yang mengindikasikan sejumlah 512 byte block dari expansion memory yang menduduki memori real. BIOS kemudian loncat ke offset setelah size byte, dimana pada titik tersebut kode dari expansion ROM mengambil alih dan menggunakan service BIOS untuk memberikan user sebuah configuration interface, meregister interrupt vector yang digunakan oleh aplikasi setelah booting, atau menampilkan informasi diagnosa.
Pada sistem UNIX, ada suatu utility dimana Anda dapat melakukan dump terhadap software BIOS firmware. Anda bisa dapatkan pada alamat http://www.linuks.mine.nu/ree/
Spesifikasi BIOS boot
Jika expansion ROM ingin merubah cara dari suatu sistem melakukan booting (misalnya saja boot dari jaringan atau SCSI adapter dimana BIOS tidak memiliki drivernya), maka dia dapat menggunakan BIOS Boot Specification (BBS) API untuk meregisterkan kemampuan tambahannya. Sesaat setelah expansion ROM sudah teregister menggunakan BBS API, maka pengguna akan dapat memilih berbagai macam pilihan booting dari user interface BIOS. Hal ini yang menyebabkan mengapa kebanyakan implementasi BIOS yang compliant dengan BBS, tidak akan membolehkan pengguna untuk masuk ke dalam BIOS user interface sampai expansion ROM selesai dalam mengeksekusi dan meregister dirinya sendiri dengan API BBS
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar